Wednesday, October 05, 2005

Saat Subuh

Cerita subuh yang singkat..dalam sapaan tadi pagi
mendengarkan semua cerita walau selintas
Mencoba menjadi pendengar yang baik
Mencoba berempati terhadap segala cerita yang mengalir
Menyadarkan diri akan segala Karunia yang ada

Membayangkan keadaan mereka disana
Membayangkan krisis yang tengah berlangsung
Membayangkan keputusasaan yang makin meningkat dimana-mana
Membayangkan segala hal yang terjadi saat ini
Membayangkan berapa banyak manusia yang menjadi hampa karena jiwa putus asa
Membayangkan ketidakmampuan mereka untuk membeli bahan pokok
Membayangkan mereka yang tengah pusing karena biaya naik semua
Membayangkan mereka yang terpisahkan dari keluarganya

Tak henti-hentinya aku bersyukur dan beristigfar
Aku yang masih diberikan kelebihan dibandingkan dengan mereka
Masih sering merasa tak cukup, masih ada rasa tak puas akan suatu hal
Masih mempunyai ambisi yang kadang tidak pada tempatnya
Masih belum mampu berempati terhadap penderitaan mereka
Masih sering lupa untuk mengingat kehidupan mereka
Di negeri yang sedang terpuruk lemah

Subuh setelah sahur pertama dibulan Ramadhan
lebih menyadarkanku akan segala khilafku dan kekuranganku serta kesalahanku
Mudah-mudahan Allah mengampuniku...
Mudah-mudahan hari-hari selanjutnya mampu membuatku lebih baik lagi dari hari ini
Mudah-mudahan setiap jam, setiap detik dan setiap hembusan nafasku semakin berarti buat semuanya...untuk bekalku dikemudian hari nanti.

2 Comments:

  • Amiiinnn teh, semoga ya!
    Dan pun maafkan saya untuk semua kesalahan, mudah2an saya bisa menikmati Ramadhan dengan segala idahnya dan ibdahnya.
    Btw, ramadhan keberapa di Aussie sana?.

    Apa kabar nenek Peggy-nya?

    By Anonymous Lia, at 4:34 AM  

  • greetings from New York.
    I wish to know what do you write about.
    Anyway, wish you good luck
    my blog: http://www.cyganik.net

    By Anonymous Anonymous, at 10:31 AM  

Post a Comment

<< Home