Friday, January 13, 2006

Tetangga oh tetangga...

Yang namanya hidup, dimanapun juga pasti mempunyai tetangga, hidup bertetangga juga membuat suatu komunitas yang baik dalam suatu lingkungan. Dalam menjalani hari-hari dan dalam segala kesibukkan yang ada, kata bertetangga tak akan pernah lepas dari kehidupan kita dirumah.
Dulu selalu diajarkan bahwa tetangga adalah orang yang pertama kali kita minta bantuannya saat kita dalam kesusahan, atau sebaliknya. Tetangga kadang melebihi dari saudara kita sendiri, segala kegiatan sosial bermasyarakat tak akan pernah bisa lepas dari urusan bertetangga ini, dari mulai hal yang kecil sampai urusan besar seperti acara sedekahan, kematian, kelahiran sampai perkawinan pun kita selalu akan melibatkan mereka. Dalam bertetangga, selalu ada cerita yang tercipta dimanapun juga berada, ada cerita senang, namun ada juga cerita tidak senangnya. Tidak jarang kita temukan cerita tentang manisnya hubungan yang terjalin antara tetangga, namun ada juga cerita pahit yang berlanjut sampai keturunannya kemudian.

Kalau aku ingat tempat tinggal orang tuaku, dimana sesama tetangga masih satu daerah, jarang terlihat ada perselisihan diantara mereka. Mendengar cerita sepupu yang tinggal disebuah komplek perumahan, dimana bermacam-macam suku bangsa bercampur baur disana, walaupun ada perbedaan, namun mereka masih bisa hidup bertetangga dengan baik...mungkin tidak semuanya juga, karena berbagai faktor bisa menjadikan alasan, apalagi di sebuah kota besar.

Selama merantau sejak 9 tahun lalu, aku pun sudah mengalami berbagai cerita tentang hidup bertetangga dinegeri orang. Dari mulai di daerah yang kecil, dimana pertemuan antara kawan seperti sebuah pertemuan keluarga setiap minggunya, rumah berdekatan tanpa ada perselisihan...sampai cerita di kota yang agak besar, dimana kutemukan adanya berbagai kubu yang tercipta karena perselisihan, dan sangat bersyukur juga karena rumah kami tidak dekat dengan kedua kubu tersebut, kami merasa dekat dengan semuanya tanpa pernah menyinggung satu kubu dengan kubu lainnya.
Sampai lagi cerita di kota yang lebih besar dari sebelum-sebelumnya, ternyata semakin banyak cerita yang kudengar dan kuamati. Hidup bertetangga dengan sesama Indonesia disini seringkali membuahkan suatu perselisihan, banyak gosip, dan soal kubu atau kelompok ? lebih banyak dibandingkan dengan yang terdahulu.
Orang bilang hidup bertetangga dengan sesama Indonesia bagaikan miniaturnya Indonesia, dimana semua suku ada dalam satu tempat, dimana kemungkin terjadinya perselisihan sangat besar diantara satu sama lain. Yang dijadikan sebuah alasan perselisihan sangat kecil bahkan kadang lucu, gara-gara pekerjaan, gara-gara anak, gara-gara belajar terus (aneh kan orang belajar malah dimusuhi?), gara-gara sering ke mall, dan masih banyak lagi gara-gara kecil yang bisa menimbulkan perbincangan tak sehat sehingga timbul perselisihan.

Mungkin hal-hal tersebut juga bisa kita temukan di Indonesia, namun buatku, rasanya hal yang tak patut ada dimana disini kita sama-sama perantau, sama-sama sekolah, sama-sama ikut suami/istri, sama-sama dari negeri Indonesia...masih banyak hal lain yang penting yang bisa kita perbuat daripada sibuk mengasah perselisihan.
Selama beberapa tahun merantau dan berpindah tempat , banyak hal yang bisa kami jadikan pelajaran, salah satunya, kami memilih untuk tinggal didaerah yang agak jauh dengan kawan-kawan.. Bukan kami tidak membutuhkan mereka, namun kami belajar dari pengalaman sebelumnya dan menghindari segala akibat dari yang sudah-sudah. Kami tetap berhubungan, menghadiri acara-acara yang diadakan, ikut serta dalam kegiatan lain, slaturahmi tetap kami jaga.

Dan Alhamdulillah aku merasa selalu berada dan bertemu dengan tetangga yang baik walaupun rumahku jauh dari kawan-kawan. Terkadang rasanya tak percaya bahwa ternyata di negeri asing begini aku seperti menemukan saudara sendiri walaupun mereka tidak satu bangsa,tidak satu bahasa denganku, kami tidak pernah memandang ras ataupun agama, tak pernah mencampuri urusan mereka, tak pernah menanyakan sesuatu yang pribadi, mungkin hal tersebut lah yang membuat hubungan yang terjalin diantara keluargaku dengan mereka bisa membuahkan cerita yang manis. Atau mungkin karena faktor lain yang aku sendiri tak menyadarinya.
Namun tidak semua cerita diatas tadi mendominasi kehidupan bertetangga disini, ada juga cerita manisnya, dimana kami bertemu dengan beberapa kawan yang baik, yang mempunyai misi dan visi yang sama, bahkan kami juga bertemu dengan kawan yang rasanya sudah seperti adik sendiri. Ada juga cerita indah bertetangga di rantau yang dapat kami rasakan disini.

So...sepertinya dalam hidup bertetangga dimanapun juga kita berada, kita tetap harus mempunyai tenggang rasa antar sesama, karena tanpa tetangga pun hidup kita rasanya hambar, kecuali.... jika memang merasa bahwa bisa melakukan segala sesuatunya dalam hidup ini tanpa bantuan orang lain sama sekali.

9 Comments:

  • Iya ya...mungkin karena nggak banyak kesibukan jadi ada aja bahan yg jadi pembicaraa/gosip??? Mending nyingkir aja kali ya kalo udah ada gelagat kyk gitu...:)

    btw, Bu Ina belajar smockingnya dari mana? Cantik2 ya...tapi pasti susah...:(

    By Anonymous Bidadari Mungil, at 6:37 PM  

  • Ternyata sama ya dgn yg aku alami disini. Aku juga gak ngerti kok sesama WNI malah saling bermusuhan. Si ini musuhan ama si itu. Si anu gak berteguran ama si anu. Yah, hidup bertetangga itu memang susah2 gampang.

    BTW, aku kaget baca link ku isinya blog orang lain. Kok bisa ya ..

    By Blogger ~tanty~, at 8:31 PM  

  • Yah, begitulah hidup jeng Ina. Ada yang asik ada juga yang enggg... asik banget, hehhe...

    By Anonymous Hany, at 10:50 PM  

  • Sama mbak..

    Dulu...kami juga memilih tinggal di Annerley..dekat Princess Alexandra Hospital daripada di sekitar St Lucia...:)

    Utk menghindari yg begituan...:)

    By Blogger Keluarga Zulkarnain, at 11:36 PM  

  • Typical orang emang lain2.. Bisa2nya kita sabar aja Na..

    By Anonymous Tina, at 12:55 AM  

  • yup.. makanya nyokap tdk pernah mau tinggal berdekatan dengan orang indonesia. banyak menimbulkan masalah en perselisihan :D. untuk itu, kami paling ketemu mereka pas ada acara kumpul2 misalnya pertemuan keluarga atau arisan...

    dan kerasa banget pas tinggal di bne.. jauh dari org2 indo... dosa menggosipnya jadi sangat berkurang mbak.. hehehehe

    By Blogger amellie, at 2:46 AM  

  • Ina-->emaknya Jasmin&Hannah
    Iya ya mbak. aku belajar disini 7 th lalu sama orang bule yang ngadain womans group buat ibu-ibu yang suaminya pada sekolah biar gak bosen...

    Ina-->Tanty
    dimana-mana sama ya?

    Ina-->mbak Hany
    kalau gak gitu gak hidup ya mbak?

    Ina-->mbak Rosalina
    Aku disini tinggal di Indooroopilly, lumayan terhindar dari begituan

    Ina-->Tina
    Ia Tin, yang sabar...

    Ina-->Amell
    Tapi deket sama aku gak apa-apa kan ya Mell?

    By Blogger Ina, at 8:41 AM  

  • Assalamualaikum,
    Salam kenal juga ya Ina.... Maaf baru sempet maen ke sini. Abis ngantarin anak2 liburan ke rumah Nenek. Senang niih punya teman baru. Kita boleh link ga nih?

    Owiyah, aku sempet liat blog smocking-nya. Keren ya Na? Pingin bisa juga nih...

    Tentang tentangga, di rumahku aku juga bersyukur sekali punya tetangga yang baik. Tetangga adalah pengganti sodara, selain keluarga tentunya.

    By Blogger Rahmi Sukma, at 11:27 AM  

  • Kayanya dimana2 sama.... tapi alhamdulillah di Perth sini aku punya banyak temen yang akur2 aja. Mungkin karena kita semua udah menetap disini, jauh dari keluarga and punya hobby ngumpul yang sama... makanya akur. Or maybe because kita semua udah sibuk kerja and ketemunya kalo lagi arisan or ada bday party doang ...gak tau juga ya. Aku and temen2 ku justru ngumpul tinggal di suburb yang sama (East Perth) supaya deket.. jadinya kalo mo olahraga jalan kaki bisa janjian bareng or kalo lagi ada Boxing day sale bisa nongkrong pagi2 di depan Myer nya bareng...hehehe. I hope it stays that way forever..... aminnnnn :) I guess in the end it all comes down to what type of person your friends are and whether you actually click, wouldn't you think?

    By Blogger mary, at 11:25 PM  

Post a Comment

<< Home