Saturday, March 25, 2006

Saat galau

Entah apa namanya saat aku merasakan hal lain dari kegiatanku sejak kemarin. Kemarin seharian aku merasa panik saat mendengar kabar tentang ibu, sempet nangis-nangis karena rasa sedihku. Namun sejak aku bisa berbicara dengan ibu tadi malam, ada sedikit perasaan tenang dalam diri. Walaupun suara yang terdengar itu terbata-bata penuh dengan gejolak menahan rasa, yang aku sendiri tidak tahu pasti apa dan bagaimana.

Hari ini kumulai hari dengan aktivitas seperti biasa, masih bisa masak buat pengajian hjari ini dan menghadirinya, bertemu dengan kawan-kawan sesama Indonesia, mengobrol dan tertawa seperti tak ada apa-apa. Namun saat sms datang lagi dari kakakku, kembali aku merasa diingatkan lagi akan keadaan ibu disana. Dibalik semua aktivitas sebelumnya yang kulakukan, pada dasarnya aku sendiri tengah mencoba melupakan rasa bersalah yang ada pada diri karena tidak berada di sisi beliau saat ini. Namun saat kembali teringatkan, bayangan beliau semakin hadir.

Entah apa pandangan mereka tentangku saat ini, aku sendiri bertanya dalam hati dan bertanya pada seorang kawan sekedar curhat atas sikapku saat ini...
"terlalu acuh kah aku pada keadaan bundaku saat ini ?" ..."apakah aku telah menjadi sesosok manusia tanpa rasa saat mencoba melupakan hal yang tak mungkin bisa kulakukan saat ini?"....Mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja.

Apakah waktu yang terus berjalan selama ini telah menjadikanku manusia yang tak pernah peduli lagi ? Apakah ketegaran yang kucoba bangun sedemikian berat telah menghadirkan sifat angkuh pada diri ? Apakah kerinduan yang kupendam selama ini telah menumbuhkan kemandirian yang tidak pada tempatnya?

Dibalik semua perasaan yang tiba-tiba hadir tak menentu, aku mencoba mencari pembenaran diri akan sikap yang kuambil, atas keputusan yang bertolak belakang dengan saudara-saudaraku, keputusan yang sangat-sangat berat kuambil Untuk tetap disini , tidak pulang ke Bogor karena sikon dan beberapa hal yang menjadi pertimbangan aku dan suami.

Rasanya tak ada yang salah dalam hal ini. Aku pun memahami bagaimana perasaan mereka, aku sangat menghormati perasaan yang ada pada diri mereka saat ini, kalut, panik, dan tentu dalam keadaan tegang semua, sehingga mungkin mereka tak dapat memahami keputusanku.

Aku hanya menyerahkan semuanya kembali pada yang Maha kuasa. Memasrahkan diri sepenuhnya pada yang memegang nafas mahluk ciptaannya, memohon ampun pada Dia yang Maha pemurah atas keputusan yang kuambil, berdoa dan berdoa untuk diberikan yang terbaik buat semuanya, berdoa pada Nya untuk menjaga bundaku, mengirimkan malaikat Nya untuk tetap menjaga Ibunda saat aku tak mampu menjaganya....

PS :
Perasaan tenang kembali setelah malam ini aku bisa berbicara lagi dengan ibu lewat telepon. Setelah sebelumnya kakak mengirimkan sms bahwa keadaan ibu mulai membaik lagi. Dalam ucapannya tetap kutemukan ketegaran seorang ibu dimata anaknya ini, dalam kata-katanya kutemukan banyak nasihat yang keluar dalam waktu singkat yang tercipta, dalam lemahnya masih ibu menanyakan anak-anak kami, mengobrol dengan mereka walau sesaat saja, dalam pembicaraan singkat kami kurasakan ketenangan lagi, dalam detak waktu yang ada kurasakan kebahagiaan bisa mendengar suaranya yang tengah bahagia juga mendengar suaraku seprti yang dia katakan.
Mudah-mudahan beliau mengerti rasa rinduku untuknya...

15 Comments:

  • Teh Ina semoga ibunya cepet sembuh, dan yakinlah bahwa ibu teh Ina juga tau dan merasakan kasih dan sayang dari teh Ina

    By Blogger Ophi, at 11:32 PM  

  • Mbak Ina, aku ngerti bgt gmana rasanya brada jauh dr ortu yg sakit. Yg sabar ya, tawakal...btk dzikr 'n doa, nothing can be better than that. InshaAllah smuanya akan baik2 saja. Smoga ibu Mbak Ina cepet sembuh. Teriring jg doa dr negri pyramid...

    By Anonymous Ria, at 1:58 AM  

  • Mugia Ibu teh Ina enggal damang sabihara bihari nya, Insya Alloh kepasrahan kita padaNya berbuah manis dan ketenangan. Sing sabar nya Teh, wayahna, begini jalan kita teh, ada di satu jalan yang tak dekat dengan Ibu.

    By Anonymous Lia, at 7:04 AM  

  • Aku juga ikut sedih begitu mendengar ibu Mbak Ina sakit. Semoga beliau cepat sembuh ya mbak..

    By Blogger Ella hadi, at 3:59 PM  

  • Bunda jangan sedih ya... Bundanya bunda pasti cepet sehat lagi kok. dan pastinya keluarga bunda juga maklum kok. bunda kan jauh tinggal dari mereka.

    cepet sembuh aja deh buat bundanya bunda....

    sun sayang buat eyang putri yang lagi sakit *muuaah*

    By Anonymous youtea, at 4:23 PM  

  • teh ina,sabarnya.abi ge pernah kos kitu.Mugia ibu sing enggal damang.Karaos ku abdi oge ari nuju ngumbara teras patebih sareng sepuh teh.

    By Blogger mamahAL, at 12:41 AM  

  • aku cuma bisa bantu doa semoga lekas sembuh mbak. :)sabar ya...

    By Blogger si kiky, at 11:10 AM  

  • Bantu doa... semoga ibu cepat sembuh.

    By Blogger putri, at 2:21 PM  

  • sabar ya mbak, semoga Allah senantiasa memberi yg terbaik buat mbak ina & keluarga.amin

    By Blogger Noenoe, at 3:28 PM  

  • Banyak2 berdo'a Ina dan semoga Ina diberi kesempatan untuk bisa pulang dan bertemu dengan semua keluarga di Bogor. Amin.

    By Blogger ~tanty~, at 3:59 PM  

  • mbak ina, didoain semoga yang terbaik untuk ibunda tercinta dan keluarga besar.

    insyaAllah kita mo ke gold coast, tapi masih belon fixed.. jumat ini keputusannya... :D
    ntar kalow kita ajdi ke brisbane, kita kabarin deh :)

    By Anonymous astri, at 8:32 AM  

  • Teh Ina, mugia Ibuna sing enggal damang sing teras sehat walafiat. Mugia Teh Ina sakulawargi dipaparin katabahan, amien.

    By Anonymous Dinny, at 12:50 PM  

  • teh...dido'ain supaya bundanya cepet sembuh ya teh... teteh sing sabar yaaa...

    By Blogger Mama Zaza, at 1:41 PM  

  • moga ibunya cepet sembuh ya mba... kirim doa utk blio slalu.. huhu dakuw jd kangen juga..

    By Blogger Mamahoney, at 4:50 PM  

  • wadah!! udah lama gak ol, terus dapet kabar kalo ibunda tercintah sakit yah? Doa kami yang terbaik buat Ibu ya, teh. Semoga lekas membaik dan sembuh.

    By Blogger Pinot, Dita, Arwen & Leia, at 8:11 PM  

Post a Comment

<< Home