Tuesday, December 21, 2010

Cerita tentangnya

Hari ini sejenak bisa nyantai dirumah sambil beberes urusan emak-emak seperti biasanya, gak sengaja nemu kartu mother's day dari kedua bidadari pas Mei lalu (hari ibu disini bulan mei), dulu selintas aja dibacanya terus aku simpen, tapi pas tadi aku baca tulisannya, hati trenyuh banget sambil akhirnya mikir panjang dan malah merambat kemana-mana.

Tulisannya " Everything I need to know, I learn from my mother..Happy mother's day Ummi!"

Cuma gabungan dari beberapa kata, tapi sungguh membuat aku teringat sama almarhumah ibu dan merasa diingetin lagi sejauh mana aku telah memberikan pengetahuan pada dua bidadari yang diamanahkan Allah pada kami..?

Terus terang, sewaktu ibu masih ada, jarang aku teringat akan "hal-hal kecil" yang aku dapat dari beliau. Hari pertama setelah beliau pergi, pas motongin bawang buat masak aja, aku tak peduli lagi pada air mata yang datang tiba2 dan jelas bukan karena perihnya getah bawang, teringat saat aku protes tanganku bau bawang dan kulit tangan jadi rada2 ungu pas aku mau sekolah (yang kebetulan masuk siang) pada ibu, beliau hanya mengingatkan bahwa hal masak memasak bakal menjadi bagian hidup siapa saja, terutama perempuan, gak bakal bisa dihindari...so, dulu biarpun suka rada2 ngedumel, tapi aku setuju sama apa yang ibu pernah jelaskan.

Saat membaca Alfatihah untuk beliau, kembali teringat betapa sabarnya ibu mengajariku belajar membacanya diawal aku mengenal bacaan Qur'an. Masih terbayang saat ibu membenarkan bacaan shalatku yang rada2 menyimpang dari lafal yang sebenarnya, makin teringat bacaan wirid sehabis shalat magrib yang ibu ajarkan sedikit demi sedikit sampai kami hafal wirid yang sebetulnya sangat panjang buat dihafal sekaligus.

Kesibukkan ibu sebagai ibu rumah tangga untuk keluarganya dan sebagai seorang aktifis di lingkungan rumah tak pernah timpang karena manajemen waktu yang beliau terapkan pada dirinya, semuanya tetap seimbang.

Dari mule pengajian yang dikelolanya, arisan warga, arisan barang, melatih jahit menjahit dan sulam menyulam pada ibu2 rumah tangga sekitar rumah, sampe hal2 yang menurutku ibu punya tenaga yang luar biasa untuk melakukan semua itu.

Dulu suka rada protes kalo ibu udah mule sibuk ma segala urusan pengajian dan perayaan hari2 Islam dirumah, karena seenggaknya aku pun dilibatkan dalam membenahi rumah, menggelar tikar, memasak hidangan sejak pagi hari, membagi-bagikan box nasi berkat pada mereka yang tidak dapat hadir pada acara yang digelar...

Kesibukkan ibu saat bulan ramadhan, mulai dari membuat kue kering untuk dijual, memasak hidangan berbuka dan sahur buat anak-anaknya yang tentu banyak permintaan kabita macem2..., sampe tetep masih bisa tadarusan ke mushala deket rumah tiap pagi barengan ibu2 lainnya, trus tetep tarawihan tiap malem, tetep sempet solat malem...rasanya beliau memiliki waktu yang lebih dari 24 jam untuk semua kegiatannya itu...

Saat malam takbiran, beliau membuat kue ekstra buat dibagikan pada tetangga yang kurang mampu, ibu selalu bilang, berbagi kesenangan dan kebahagiaan dengan memberikan apa yang kami dapatkan pada hari yang sama, kalau kita mampu makan kue hari raya dan hidangan lebaran, selayaknya mereka pun bisa menikmati hal yang sama.

Hobi jahit menjahit yang ibu punya kerap bikin aku risih pas udah abegeh pun masih beliau buatkan baju untukku, saat itu, ada rasa malu pake baju yang beda dari temen2 lainnya, sampe akhirnya ibu menyerah gak bikin2 lagi kecuali pas aku minta, saat aku mule menyadari ternyata baju buatan ibu untuku jauh lebih bagus dibandingkan dengan yang beli di pasaran, dan tentu, gak ada duanya lagi, gak bakal nemu baju yang sama di pasaran...sampe temen2 selalu bilang betapa beruntungnya aku mempunyai ibu yang jago jahit....:)

masih banyak lagi hal2 yang tentu tak bisa aku ceritakan semuanya dalam tulisan ini, dan kuakui semua tentang ibu yang pernah kualami dan kulihat dulu, telah memberikan berbagai pelajaran dan petuah yang tak tertulis untuk difahami maknanya.

Setiap peristiwa dan kegiatan sehari-hari beliau menyadarkan diri bahwa aku telah belajar banyak hal darinya, tanpa disadari dan tanpa dipaksakan, walau sempet protes atau ngedumel tapi efeknya sangat terasa saat aku mulai dewasa dan mulai membangun keluarga sendiri.

Dan terus terang masih banyak lagi hal yang belum bisa kutiru dari sosok ibuku, padahal kalo dibandingkan dengan kondisi jaman ibu dulu, jelas semakin banyak kemudahan yang aku dapatkan saat ini, tapi aku masih suka gak sempet buat berbagai hal karena manajemen waktuku yang rada2 gak beraturan.

Kembali pada kartu yang diberikan Hamah ma Nurul pada Mei lalu, masih ada rasa haru karena tersadar...masih banyak hal yang belum aku ajarkan pada mereka gadis2 kecilku, masih luas pengetahuan yang layak aku berikan pada mereka sebagai bekal untuk menjalani hidupnya....

Semoga segala kegiatan-ku, segala tingkah laku-ku, segala "peraturan" yang aku coba berikan pada mereka, dapat menjadi sarana belajar Hamamah dan Nurul seperti hal nya aku belajar pada ibuku. Semoga aku mampu memberikan contoh yang baik buat mereka...

Aku sendiri yakin, diluar sana masih banyak cerita betapa hebatnya seorang ibu dimata anak-anaknya, masih ada perjuangan ibu-ibu lain yang lebih patut dihargai, namun ijinkan sejenak di hari ibu ini aku mengenang kehadiran ibuku, meluapkan perasaan rinduku padanya dengan berbagi cerita tentangnya

Selamat hari ibu buat semua ibu dimanapun berada...miss you mum..:)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home